What's HOT

Colorful GTX 1660ti - Murah Sih, Beli atau Jangan?

GTX 1660ti yang hadir dengan arsitektur Turing dirasakan hanya mengisi kekosongan antara seri GTX dan RTX. Namun melihat dari performa ...

Saturday, May 11, 2019

Colorful GTX 1660ti - Murah Sih, Beli atau Jangan?

GTX 1660ti yang hadir dengan arsitektur Turing dirasakan hanya mengisi kekosongan antara seri GTX dan RTX.

Namun melihat dari performa pengetestan kali ini GTX 1660ti ternyata layak banget untuk menemani build PC Gaming kalian dengan catatan tidak menimbulkan overbudget.

Colorful sebagai salah satu brand kartu grafis NVIDIA Geforce menghadirkan Colorful GTX 1660ti dan GTX 1660ti ultra dengan harga yang terjangkau.

Apakah kartu grafis ini mempunya performa yang layak untuk menangani game game saat ini di resolusi 1080p?



Varian yang kami review kali ini adalah Colorful GTX 1660Ti dual fan edition, kartu grafis ini terdiri dari dua varian yaitu yang 2 fan dan 3 fan.
Walaupun hanya dengan dua fan heatsink dari Colorful GTX 1660Ti ini ga main main,  kita bisa melihat adanya sebuah heat pipe yang cukup besar terhubung ke bagian heatsink.

Varian Colorful GTX 1660Ti dua fan ini dibandrol dengan harga 4,5jtan sedangkan versi 3 fan atau Colorful  GTX 1660Ti Ultra dibandrol dengan harga 4.7jtan

GTX 1660Ti hadir dengan Turing Arsitektur yang mempunyai Base Clock 1500 Mhz dengan boost mencapai 1770Mhz dan cuda core nya 1536, untuk VRAM nya sendiri sudah 6GB yang mempunyai memory clock 12Gbps.

Perbedaan antara seri GTX 1660Ti Ultra dan yang kami review saat ini sepertinya tidak adanya tombol one key OC yang sangat membantu bagi gamer untuk melakukan OC dengan mudah. GTX 1660Ti memerlukan pin 8 atau 6 +2. jadi pastikan dulu apakah power supply kalian sudah mempunyai pin power vga tersebut.
Untuk IO port disini Colorful GTX 1660 ti menggunakan port yang sama persis seperti gtx 1050ti kami, yaitu 1 port hdmi, 1 port display port dan 1 port DVI.

Untuk pengetestan ini kami menggunakan pc bench AMD yang kebetulan sedang ada di kami yang ditenagai ryzen 7 1800x, mobo ab350 gaming3 dan ram flare x 16GB.



Hasil benchmark menggunakan 3D Mark GTX 1660ti ini memiliki score yang cukup baik,
sedangkan untuk heavens bench juga bisa menghasilkan score yang baik dengan FPS diatas 70 untuk setting ultra 1080p dan untuk uniengine kita mendapatkan 25 fps untuk settingan extreme.


Pengetestan beberapa game seperti shadow of tomb raider, metro exodus dan battlefield V yang memang optimal untuk GPU Nvidia terlihat bisa mendapatkan FPS diatas 60 dengan mudah pada max setting.

Sedangkan untuk game kompetitif seperti PUBG, APEX Legend dan Rainbox six siege juga terpantau bisa mendapatkan FPS diatas 80 untuk average nya pada max setting, tentunya apabila kalian ingin lebih memiliki kompetisi yang ketat bisa menaikan FPS dengan menurunkan sedikit settingan seperti motion blur dan screen space reflection yang tidak begitu kalian butuhkan. Dan sesuai dengan apa yang diutarakan nvidia semakin baik kartu grafis kalian semakin besar peluang kalian untuk bermain lebih baik dan memenangkan kompetisi dalam game.

Dan untuk game yang dioptimalkan untuk AMD seperti Division 2, DMC 5 dan Assassin Creed Odyssey juga game ini tidak menunjukan tanda tanda kesulitan menanganinya.


Kami mencoba juga untuk test rendering namun sepertinya walau menggunakan gpu render CPU tetap berperan besar sehingga hasil yang didapatkan karena Ryzen 7 1800x memang sangat tangguh untuk render.

Kami memang tidak mencoba OC untuk Colorful GTX 1660 Ti ini namun pengetestan dengan FURMARK dengan default clock, Colorful GTX 1660ti ini masih bertahan dengan suhu maksimal 55C saja.

Kesimpulannya Colorfull GTX 1660ti ini memang memiliki harga yang cukup terjangkau dan performa yang cukup asik.

Bahkan dikombinasikan dengan PC utama kami yang masih menggunakan core I3, Colorful GTX 1660ti mendongkrak lebih dari 50% performa GTX 1050ti.

Athlon 220GE dan Athlon 240GE, Bagaimana performansinya untuk PC murah meriah?




Rilisnya jajaran processor Athlon yang menggunakan zen arsitektur memberikan para user pc low budget angin segar.

Athlon 200GE rilis di akhir 2018 kemarin dengan mudah menjadi processor pilihan para low budget pc user.

Begitu juga dengan jajaran processor Athlon Pro yang rilis pada jajaran notebook AMD juga dapat menjadi pilihan para pelajar ataupun profesional yang membutuhkan notebook untuk aktifitas sehari hari.

Athlon 220GE dan 240GE rilis hampir bersamaan beberapa bulan setelah Athlon 200GE yang pernah kami review sebelumnya pada video diatas.

Dengan mengedepankan jumlah core yang sama yaitu 2 core 4 threads perbedaan dari seluruh processor athlon ini adalah pada core clocknya. Tentunya beberapa user pc builder akhirnya berhasil mengakali untuk melakukan overclock processor athlon ini sehingga gamer bisa mendapatkan performa clock yang lebih tinggi.

Namun kali ini kami mau membahas performa default dari masing masing processor dengan asumsi user yang membeli membutuhkan processor ini untuk aktifitas biasa dan tidak menginginkan overclocking.

Untuk Spesifikasi Athlon 220GE disematkan clock sebesar 3.4 GHz yang memiliki TDP 35W. Disisi grafik sama seperti 200GE, Athlon 240 GE juga masih menggunakan VEGA 3 sebagai daya pacunya dengan clock freq 1000Mhz.

Sedangkan untuk Athlon 240GE memiliki clock 3.5 Ghz dengan yang sama. Processor ini juga ditenagai oleh VEGA 3.

untuk Athlon 220GE dibandrol dengan harga 900rban dan 240GE dengan harga 1jt saja.
dengan margin 100rb rupiah apakah 240GE memiliki price to performance yang lebih baik dibanding 220GE?

Kedua processor ini kami pasangkan dengan motherboard gigabyte B350M Gaming 3 dan RAM Flare X 2 x 8 GB. memang idealnya RAM 2x4 GB lebih masuk akal untuk low budget gaming. Namun saat ini kami hanya memiliki RAM ini dan sepertinya menjadikan single channel tidak rekomendasi untuk build amd ini.

Bagi kalian yang menggunakan mobo dengan BIOS dibawah 2018 harus melakukan update BIOS sampai BIOS terbaru terlebih dahulu agar bisa mendapatkan display dari processor Athlon ini.
Dan yang mendapatkan keterangan pada device manager bahwa VEGA 3 nya tidak memiliki resource yang cukup. Lakukan update windows sampai minimal crator update april 2018 lebih baik lagi sudah mencapai update global terbaru saat ini.




Secara garis besar benchmark menggunakan aplikasi benchmark standart terlihat Athlon 240GE hanya menang tipis dibawah 10% dibandingkan 220GE. Walaupun hal ini memang sesuai yang di prediksi dimana perbedaan 0,1 Ghz dari kedua processor ini tidak menimbulkan perbedaan besar.



sedangkan untuk gaming. perbedaan yang kami dapatkan tetap konsisten berkisar di 10% bahkan beberapa game yang bukan cpu bound mendapatkan FPS hampir sama.
Hanya saja Athlon 240GE tampak lebih sering mendapatkan FPS tertinggi dibandingkan Athlon 220GE.



Cukup mengejutkan game seperti DMC 5, Sekiro dan APEX Legend ternyata masih dapat dimainkan dengan framerate yang cukup stabil dan playable di kedua processor ini.

Kesimpulan dari kami dengan perbedaan berkisar 10% kebawah untuk athlon 240ge dan 220ge memang sesuai dengan perbedaan harganya.
Kalau kalian cukup ahli dalam melakukan overclock kami rasa Athlon 200GE pun bisa kalian tweak menyamai 240GE, namun apabila kalian adalah user yang simple 240GE masih menjadi pilihan yang layak untuk dibeli berkat framerate yang lebih stabil. (Ys)