[REVIEW] Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties: Bukan Sekadar Remake, Ini Definisi "Pulang Kampung" Paling Epik!
Waduh, nggak kerasa ya, Sobat Kepo! Kayaknya baru kemarin kita ngerasain transisi dari PS2 ke PS3, eh tiba-tiba serial Yakuza—atau yang sekarang lebih beken dengan nama Like a Dragon—udah genap berumur 20 tahun. Sejak pertama kali Kazuma Kiryu muncul dengan kemeja kerah terbuka dan jas abu-abunya yang ikonik di tahun 2005, kita udah diajak muter-muter Kamurocho sampai bosen, tapi anehnya nggak pernah bener-bener bosen.
Nah, di tahun 2026 ini, SEGA dan RGG Studio ngasih kado ultah yang luar biasa buat para penggemarnya. Setelah sukses besar dengan Kiwami 1 dan 2, banyak fans yang teriak, "Mana Kiwami 3?!" pasalnya, Yakuza 3 original sering dianggap "si anak tiri" karena gameplay-nya yang kaku (inget kan musuh yang hobinya nge-block terus sampai kita emosi?).
Akhirnya, doa kita dijawab. RGG Summit September lalu resmi ngumumin Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties. Ini bukan cuma sekadar remake grafis, tapi rombakan total yang bikin kita sadar kalau sang Naga dari Dojima memang nggak ada matinya. Kali ini, Kiryu nggak sendirian, karena si antagonis paling karismatik sepanjang masa, Yoshitaka Mine, ikutan playable!
Penasaran gimana rasanya balik ke Okinawa dengan mesin perang modern? Yuk, kita bedah tuntas di artikel Kepo Tekno kali ini!
Pulang Kampung yang Berujung Masalah
Buat kamu yang mungkin baru terjun ke dunia Yakuza lewat seri Infinite Wealth, cerita Kiwami 3 ini sebenernya adalah jembatan emosional paling penting buat sosok Kazuma Kiryu. Kalau di seri-seri sebelumnya dia sibuk adu jotos demi tahta Klan Tojo, di sini dia memilih "pensiun" (meski kita tahu pensiunnya Kiryu itu mitos).
Settingnya mulai tahun 2007. Kiryu angkat kaki dari gemerlapnya Kamurocho yang berisik dan penuh pengkhianatan, lalu pindah ke Okinawa. Di sana, dia mengelola sebuah panti asuhan bernama Morning Glory (atau Asagao dalam bahasa Jepang). Dia nggak sendirian, ada Haruka Sawamura dan delapan anak yatim piatu lainnya yang udah dianggap kayak anak kandung sendiri.
Jujur, bagian awal game ini selalu bikin hati adem. Kita bakal ngelihat sisi lain Kiryu yang jauh dari kesan sangar. Dia masak, nyariin sekolah buat anak-anak, sampai dengerin curhatan mereka yang lagi patah hati. Tapi ya namanya juga game Yakuza, ketenangan itu cuma sebentar.
Masalah sengketa tanah panti asuhan yang melibatkan konspirasi politik tingkat tinggi dan perebutan kekuasaan di Klan Tojo maksa Kiryu buat narik lagi jas abu-abunya. Dia harus balik ke Tokyo buat nyelesein kekacauan ini demi melindungi "keluarga" kecilnya di Okinawa. Pertanyaannya: Bisakah Kiryu bener-bener lepas dari bayang-bayang masa lalunya? Jawabannya ada di akhir perjalanan Kiwami 3 ini.
Visual Okinawa: Dari "Kusam" Jadi "Glowing"
Salah satu keluhan terbesar di Yakuza 3 Remastered (versi PS4/PC) adalah visualnya yang kerasa banget "peninggalan purba". Warnanya agak kusam dan animasinya kaku. Tapi di versi Kiwami 3 ini? Beuh, manjain mata banget, Sobat Kepo!
RGG Studio pakai Dragon Engine versi terbaru (yang udah dioptimasi dari Infinite Wealth). Hasilnya, Downtown Ryukyu di Okinawa berubah jadi tempat wisata digital yang luar biasa. Cahaya matahari pantainya kerasa anget, air lautnya jernih banget sampai pengen nyemplung, dan pasar tradisionalnya kerasa sangat hidup.
Kalau Kamurocho itu kayak kota yang penuh lampu neon dan polusi, Okinawa di sini adalah penawar racunnya. Suasana siang harinya bikin kita betah lama-lama cuma buat sekadar jalan kaki atau nongkrong di pinggir pantai Morning Glory. Anak-anak panti juga nggak lagi cuma berdiri kayak patung; mereka aktif lari-larian, ngerjain PR di ruang tengah, atau masak bareng di dapur. Atmosfernya dapet banget!
Gameplay: Sayonara "Block-Zusa"!
Kalau kalian pernah main versi originalnya, kalian pasti inget julukan "Yakuza 3: Block-zusa" karena musuhnya dikit-dikit nge-block serangan. Bikin frustrasi! Nah, di Kiwami 3, sistem pertarungannya dirombak total jadi Action-Brawler yang super luwes.
1. Kiryu Sang Naga yang Lebih Agresif
Kiryu tetap pake gaya Dragon of Dojima yang berat dan bertenaga. Tapi, ada tambahan baru yang gila: Ryukyu Style. Ini adalah gaya bertarung yang fokus pada penggunaan senjata secara improvisasi. Bayangin Kiryu bisa gonta-ganti senjata di tengah kombo secara otomatis. Gerakannya lebih cepat, agresif, dan efektif banget buat ngebersihin gerombolan musuh yang ngepung.
Ada juga fitur Dragon Boost. Begitu gauge ini penuh, Kiryu masuk ke mode "dewa". Serangannya jadi lebih cepat, dan dia bisa ngelakuin bantingan-bantingan baru yang animasinya bikin kita ngilu sendiri.
2. Yoshitaka Mine dan Cerita "Dark Ties"
Ini dia bintang utamanya. SEGA nggak cuma ngasih remake, tapi juga ekspansi cerita berjudul Dark Ties. Di sini kita main sebagai Yoshitaka Mine, rival utama Kiryu di seri ini.
Gaya main Mine beda banget sama Kiryu. Kalau Kiryu itu power, Mine itu speed dan teknik. Dia punya kombo yang fleksibel banget, bahkan bisa lompatin musuh buat nyambung serangan. Fitur spesialnya namanya Dark Awakening. Begitu aktif, Mine bakal jadi monster yang susah dihentikan. Lewat Dark Ties, kita bakal paham kenapa Mine bisa jadi sosok yang begitu dingin tapi punya luka batin yang dalam. Ini adalah konten yang wajib banget dimaenin buat fans berat lore Yakuza.
Aktivitas Sampingan: Bikin Lupa Misi Utama!
Bukan game bikinan RGG Studio namanya kalau nggak punya mini-games yang adiktif. Di Kiwami 3, mereka bener-bener dengerin masukan fans.
Morning Glory: Simulator Jadi Ayah Terbaik
Kritik terbesar di seri lama adalah aktivitas di panti asuhan yang kerasa ngebosenin. Di Kiwami 3, bagian ini dipermak abis. Sekarang ada elemen mirip Social Link di game Persona. Makin sering kita main bareng anak-anak—entah itu mancing, masak, atau bantuin PR—hubungan Kiryu sama mereka bakal makin erat. Ada cutscene khusus yang mengharukan kalau hubungan kita mencapai level tertentu.
Bahkan ada fitur papan pengumuman. Hasil panen kita di kebun panti atau ikan hasil pancingan bisa dijual buat dapet duit tambahan buat renovasi panti. Bener-bener kerasa kayak main Harvest Moon tapi protagonisnya mantan Yakuza sangar.
Bad Boy Dragon: Geng Motor Cewek?
Ada mini-game skala besar baru namanya Bad Boy Dragon. Kiryu bakal gabung sama geng motor yang isinya cewek-cewek semua (dipimpin karakter bernama Tsubasa). Mekaniknya mirip-mirip Clan Creator atau Majima Construction. Kita harus rekrut anggota, ngatur formasi tim (ada Attacker, Defender, Healer), dan modifikasi motor. Seru banget buat selingan kalau lagi bosen adu jotos di jalanan.
Kanda Damage Control & Brawler Hell
Khusus buat porsi Mine, ada mini-game unik. Kanda Damage Control itu semacam simulasi manajemen reputasi buat bantu si Kanda (bos yang agak "ajaib" itu) naik pangkat. Terus ada Brawler Hell, semacam Colosseum tapi versi lebih gelap dan brutal di Kamurocho.
Fitur Modern yang Memudahkan Hidup
Satu hal yang paling saya syukuri adalah fitur Fast Travel. Zaman dulu kita harus capek-capek nyari taksi di pinggir jalan. Sekarang? Tinggal buka HP atau peta, klik lokasi tujuan (selama ada taksinya), bayar ongkos, dan wush... sampai! Sangat efisien buat kita yang pengen cepet-cepet lanjutin cerita.
Lalu soal kustomisasi. Sekarang kita bisa dandanin Kiryu dan Mine dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mau Kiryu pake kacamata hitam, anting, atau baju pantai pas cutscene serius? Bisa! Bahkan HP-nya pun bisa dikasih gantungan atau diganti wallpaper-nya. Mengingat settingnya tahun 2008, HP-nya masih model lipat (clamshell) yang retro banget. Klasik!
Audio dan Presentasi: Emosi yang Nyampai
Soal suara, saya pribadi tetep nyaranin pakai voice acting Jepang. Akting suara Takaya Kuroda (Kiryu) dan pengisi suara Mine bener-bener nggak ada lawan. Setiap emosi, mulai dari marah sampai sedih, kerasa banget nyampe ke hati. Tapi buat kalian yang lebih suka bahasa Inggris, tenang aja, sulih suaranya juga udah dikerjain dengan standar tinggi kayak seri-seri terbaru mereka.
Satu-satunya hal yang mungkin bakal bikin beberapa orang kecewa adalah absennya mini-game "dewasa" yang biasanya jadi langganan. Tapi kalau dipikir-pikir, langkah ini masuk akal. Masa iya Kiryu yang lagi berusaha jadi teladan buat anak-anak panti asuhan malah asyik main ke tempat begituan? Keputusan ini bikin karakter Kiryu kerasa lebih konsisten dan berwibawa.
Kesimpulan: Apakah Layak Beli?
Dengan harga sekitar Rp 579.000, saya berani bilang Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties adalah paket lengkap yang super worth it. Buat kamu yang baru main, ini adalah cara terbaik buat nikmatin salah satu cerita paling emosional di sejarah gaming. Buat pemain lama, tambahan cerita Dark Ties dan perbaikan gameplay yang signifikan udah lebih dari cukup buat bikin kamu balik lagi ke Okinawa.
RGG Studio berhasil membuktikan kalau mereka nggak cuma sekadar "jual nama" atau nostalgia. Mereka bener-bener memperbaiki kekurangan di masa lalu dan menyulapnya jadi mahakarya modern.
The Good:
- Grafis Okinawa yang super cantik dan hidup.
- Sistem pertarungan yang jauh lebih seru dan nggak kaku lagi.
- Cerita Dark Ties ngasih dimensi baru buat karakter Yoshitaka Mine.
- Aktivitas di Morning Glory yang makin dalam dan emosional.
- Fitur Quality of Life (kayak Fast Travel) yang sangat membantu.
The Bad:
- Absennya beberapa mini-game "tradisional" Yakuza (meski alasan naratifnya masuk akal).
Jadi, tunggu apa lagi, Sobat Kepo? Siapkan konsol atau PC kamu, dan mari kita kembali ke pelukan hangat panti asuhan Morning Glory sebelum badai konspirasi datang menghantam!
Gimana menurut kalian? Apakah Yoshitaka Mine adalah rival terbaik Kiryu, atau kalian masih tim Goro Majima? Tulis di kolom komentar ya!
No comments