Wednesday, February 6, 2019

APEX Legends, New Battle Royale Games yang bikin PUBG dan Fortnite Gigit Jari



Menggunakan base game Titanfall namun tanpa Titan, APEX Legends hadir dengan sistem Battle Royale nya yang mengagumkan.

Selain dikarenakan game ini gratis, para gamer yang mencoba memainkan game ini merasakan performa yang lebih baik dibandingkan PUBG dan Fortnite serta servernya lebih stabil dibandingkan Black Ops 4.

Mengusung engine yang sama dengan Titanfall, APEX Legends ini mempunyai grafik memukau dan tidak membutuhkan spesifikasi dewa untuk memainkannya.

Pengetestan kami menggunakan core I3 4170 dan GTX 1050Ti bisa mendapatkan solid performance di 60FPS pada resolusi 1080p. Memang terdapat penurunan FPS dibeberapa tempat yang padat dengan bangunan, namun penurunan FPS itu tidak membuat game ini terasa stuter.


Buat kalian yang ingin memainkan game ini, saat ini sudah bisa di download langsung dari ORIGIN dan bisa langsung dimainkan secara langsung. (Ys)

Friday, January 25, 2019

Enter RAGE :Lelang Lupa Harga RTX 2070 hanya 5 Juta!



Rabu, 23 Januari 2019 kemarin EnterKomputer sebagai salah satu distributor besar perangkat komputer dan laptop di Indonesia mengalami Amnesia.

Tapi ini bukan amnesia penyakit kok, EnterKomputer bersama NVIDIA mengadakan meet and greet untuk mengenal lebih dekat teknologi dari generasi kartu grafis Geforce RTX terbaru serta mengadakan lelang Kartu Grafis RTX 2070 dibandrol dengan harga 5 Juta saja.

Event yang dibawakan langsung oleh Manager EnterKomputer serta Fenny dari Gadget Empire ini bertujuan agar gamer dapat lebih mengenal fitur apa saja yang diberikan oleh Geforce RTX.

Event ini juga menghadirkan reviewer UlasanID dan Gamer Girl yang manis Claire Eli, yang membagikan pengalaman mereka menggunakan Geforce RTX.

Dimana mencoba performa Geforce RTX menurut mereka adalah pengalaman menyenangkan dalam bermain game.

Menurut NVIDIA kartu grafis Geforce RTX telah menciptakan era gaming baru dengan teknologi Ray Tracing yang di sematkan. Dimana Geforce RTX 2080Ti memiliki kemampuan render mencapai 10GBRays/Second.

Teknologi ini bisa berjalan dengan maksimal berkat adanya 3 core yang mempunyai fungsi masing masing.Core tersebut adalah Turing SM, RT Core, dan Tensor Core.

Turing Core sebenarnya adalah pengembangan dari CUDA Core yang terdapat pada kartu grafis Geforce sebelumnya. Namun RTX mendapatkan tambahan 2 core ekstra yaitu RT Core dan Tensor Core.

RT Core adalah fitur yang paling menonjol dari seri RTX karena bertugas merender Real Time Ray Tracing. Sedangkan Tensor Core memiliki kemampuan AI dan berfungsi mengoptimalkan perhitungan perhitungan yang dapat mempercepat rendering.


Masing masing core ini dapat bekerja sama berkat adanya teknologi Hybrid Rendering Pipeline. Dimana kartu grafis RTX dapat menentukan sendiri 2 core mana yang terbaik digunakan bersamaan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Selain fitur Ray Tracing Geforce RTX juga menyediakan fitur DLSS atau Deep Learning Super Sampling. Sebuah fitur Anti Aliasing yang memperhalus sudut Object 3D dengan AI tanpa mengorbankan performa.


Fitur DLSS nantinya akan banyak disematkan kepada game yang sudah beredar saat ini, salah satunya Final Fantasy XV dan PUBG.

Sayangnya kami gagal mendapatkan RTX 2070 yang hanya dihargai oleh EnterKomputer 5 Juta rupiah saja.

Namun membeli kartu grafis NVIDIA Geforce RTX saat ini merupakan pilihan yang bijak untuk mendapatkan performa gaming yang maksimal. Terutama dengan hadirnya kartu grafis RTX 2060 yang cukup terjangkau. (Ys)

3 Jutaan dapat Notebook yang CANTIK, HP 14 Review



Ditengah gencarnya laptop bertenaga Ryzen yang muncul dipasaran, ternyata Laptop ini hadir dengan processor generasi stoney ridge dari AMD. Apakah Laptop ini masih layak dibeli di 2019?



HP 14 ini hadir dengan processor AMD dual core A4 9125 dan AMD Radeon R3 sebagai grafik nya. Ditengah era notebook bertenaga Ryzen banyak pandangan pesimis apakah notebook dengan processor generasi sebelumnya masih layak untuk dibeli.

Hanya dengan harga 3 jutaan, HP 14 sudah dibekali RAM DDR4 2666 1333Mhz 4GB dan SSD sata III 120GB dari Samsung. 

Dari segi desain, HP memang selelu memberikan kesan premium walaupun untuk notebook kategori murah meriah ini.

Disisi spesifikasi memang notebook ini jelas bukan notebook gaming dan editing. Namun notebook ini cukup untuk kegiatan sehari-hari terutama anak sekolah yang membutuhkan laptop.

Notebook HP 14 ini memang cocok buat kaula muda yang senang beraktifitas dan berkarya secara mobile, terutama dikarenakan Battery nya yang dapat bertahan 5 jam lebih saat penggunaan aktif. (Ys)

Tuesday, January 15, 2019

Notebook Desain Idaman, Lenovo Yoga 530


Lenovo Yoga 530 yang ditenagai Ryzen processor dan AMD Radeon Vega hadir dengan mengedepankan kemampuan tinggi serta portabilitas untuk pekerja seni yang mobile.



  • DESAIN

Dengan desain convertible, Lenovo Yoga 530 memiliki desain yang terlihat elegan namun tidak mengurangi unsur fungsionalitas dari sebuah notebook yang powerful.

Material yang digunakan juga cukup kokoh dengan menggunakan magnesium untuk bagian keyboard namun sayangnya back cover sepertinya menggunakan plastik.

Dibagian layar sudah menggunakan gorilla glass yang bertujuan melindung layar sentuh 14 inch IPS 1080p dari notebook ini.

untuk kecerahan layar maupun ketajaman warna memang tidak sebaik notebook convertible yang sebelumnya kami review, tapi masih cukup baik dan tidak disangka lebih nyaman untuk dilihat berlama-lama.

  • SPESIFIKASI
Spesifikasi Lenovo yoga 530 hadir di indonesia dengan varian Ryzen 5 2500U dan Ryzen 7 2700U, Dengan selisih harga tidak berbeda jauh varian Ryzen 7 2700 mungkin lebih worthed untuk didapatkan saat ini.

 Untuk notebook yang kami review saat ini menggunakan Ryzen 5 2500U dan vega 8,
sama seperti review processor ryzen 5 2500U sebelumnya, Demi menjaga suhu processor akan terlock dibawah 3 ghz saat full load. dan dapat mencapai 3.6 Ghz saat aktif single core.

Dan seperti biasa juga notebook tipis menghasilkan panas yang cukup tinggi dimana saat melakukan syntentic test dengan cinebench suhu processor bisa mencapai 80 C tapi tenang saja kalian bisa menurunkan suhu dengan merubah menjadi better performance atau menurunkan maksimum core clock nya di power management.

Walau begitu penggunaan Ryzen 5 2500U untuk aplikasi desain maupun gaming sudah cukup berlebih sehingga kemungkinan mencapai suhu maksimal kecil kemungkinan. Namun kalian akan dapat merasakan hangat dibagian atas keyboard sebelah kiri.

Berbicara soal suhu fan yang digunakan lenovo yoga 530 ini tidak terlalu berisik walau full load. pastikan juga lubang ventilasi dibagian belakan tidak tertutup agar performa dari notebook ini tetap maksimal.

Vega 8 juga merupakan VGA yang cukup tangguh untuk gaming casual. Memainkan beberapa game seperti CS-Go Dragon Ball fighter Z masih dapat dilakukan dengan mudah.

Sedangkan untuk PES 2019 juga masih bisa mendapatkan diatas 40 FPS untuk settingan low 720p dan game baru just cause 4 juga bisa mencapai diatas 20 FPS namun banyak grafik glitch kemungkinan dikarenakan driver yang tidak sesuai.

Sayangnya untuk optional upgrade sepertinya sulit dilakukan sendiri, selain kalian harus mempunyai obeng khusus yang walaupun tidak mahal tapi tetap butuh keahlian khusus untuk mengupgrade RAM dan SSD dari notebook ini.




  • FINAL VERDICT
Kembali ke dasar tujuan utama dalam membeli lenovo yoga 530 adalah performa dalam penggunaan desain baik 2D dan 3D. Untuk Lenovo yoga 530 juga menyediakan pen stylus yang ternyata menggunakan battery a2 didalamnya.

Secara fungsionalitas pen stylus ini kami rasakan lebih asik digunakan dikarenakan akurasi yang baik hampir menyerupai pen tablet kami. Dan Lenovo juga menyediakan slot untuk meletakan pulpen ini yang bisa di masukan ke port usb pada Lenovo Yoga 530 ini.

Dengan harga 11jutaan untuk varian ryzen 5 dan 13 jutaan untuk varian ryzen 7 kami rasa lenovo yoga 530 menjadi notebook yang bisa kami andalkan dalam desain 2D sehari hari kami. (Ys)

Monday, January 14, 2019

Ponsel dengan Layar Lipat pertama di dunia

Event CES 2019 selalu menampilkan sesuatu yang unik dan inovatif setiap tahunnya.
Salah satunya adalah ponsel dengan layar lipat pertama ini.

Ponsel dengan layar Amoled yang flexible ini merupakan ponsel comersial pertama dengan layar yang bisa ditekuk. Ponsel ini diberi nama Flex Pai yang merupakan produksi dari brand Royole.

Flexy Pai hadir dengan layar 7.8 inch dalam tablet mode dengan ratio 4:3 dan resolusi 1920x1440.
Pada saat dilipat Flex Pai mempunyai dimensi 16:9 (1920x1440) untuk layar utama dan 18:9 (729x1449) untuk layar kedua.

Kedua layar ini dapat digunakan secara bersamaan untuk berbagai aplikasi tanpa mengganggu aktifitas aplikasi lainnya. Agar dapat ditekuk layar ini tidak menggunakan kaca gorilla glass layaknya ponsel flagship lainnya. Melainkan plastik yang lentur sehingga dapat ditekuk di bagian tengahnya.

Untuk ketahanan layar nya sendiri memang di klaim bisa mencapai 200.000 kali tekukan. Namun berdasarkan informasi Linus pada channelnya, Ponsel yang dipamerkan dalam CES 2019 ini terlihat sudah terdapat ghosting di beberapa icon ponsel ini.




Ponsel ini akan di tenagai oleh processor Octacore Snapdragon 8 Series dengan clock 2.8 Ghz. Dan di sektor grafik menggunakan Adreno 640 dan RAM 8GB. Untuk internal storage sendiri mendapatkan kapasitas 128GB dan 256GB tergantung varian yang dipilih.

Ponsel ini juga sudah dilengkapi kamera dual kamera 16mp dan 20mp yang dapat digunakan baik sebagai kamera depan atau belakang berkat layar yang bisa ditekuk dari Flex Pai.

Dengan batere 3800 mAh, Flex Pai sudah cukup untuk memberikan tenaga ponsel ini seharian untuk kedua layar nya.

Dibandrol dengan harga $ 1588 atau sekitar 24 jutaan untuk varian 128GB, dengan banyaknya issu yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan Flex Pai sebagai ponsel sehari hari menurut kami sepertinya ponsel ini masih belum cukup layak digunakan saat ini.(Ys)


Kursi Para Sultan, Predator Thronos

Untuk memanjakan para Gamer, ACER tidak pernah berhenti berinovasi. Salah satunya kursi gaming dengan teknologi memukau yang dipamerkan di CES 2019 kemarin.

Kursi Gaming All in One ini diberi nama Predator Thronos. Selain memberikan kenyamanan untuk bermain lama-lama, Kursi Gaming ini sudah dilengkapi full sistem PC dan Acessoris nya.

 
Predator Thronos ini memiliki spesifikasi PC yang juga dibilang tidak main main. Untuk memberikan tenaga 3 monitor Predator X217 U, Predator Thronos ditenagai CPU dari Predator Orion 500 dengan processor i7 9700K dan kartu grafis Nvidia GTX 1080 serta RAM 32GB.

Selain itu juga ada varian dengan CPU Predator Orion 900 dengan core i9 7900x dan kartu grafis RTX 2080 Ti dual SLI.


Predator Thronos ini memiliki cockpit yang bisa dirubah angle nya serta cup holder untuk mengoptimalkan kenyamanan dalam bermain.

Dengan dibandrol harga 200 juta untuk seri i7 dan 300 juta untuk seri i9, Fix kursi gaming ini hanya dapat dimiliki oleh Sultan. (Ys)

Saturday, January 12, 2019

CES 2019 Battle of NVIDIA vs AMD





Sejak tanggal 8 januari sampai 11 Januari 2019 kemarin di Las Vegas sedang diadakan event Consumer electronic show atau CES 2019.

Salah satu yang menarik adalah pertarungan sengit untuk teknologi dari AMD dan Nvidia dalam masing confrence pers nya.



Dalam conference press nya nvidia mempertunjukan RTX 2060 terbaru yang mempunyai performa diatas GTX 1070 dilengkapi fitur ray tracing dengan harga yang terjangkau.

Selain itu Nvidia Gsync juga mengadopsi fitur freesycn yang diperkenalkan oleh AMD, Sehingga saat ini kartu grafis Nvidia GTX 10 series sudah bisa menikmati fitur freesync melalui monitor2 yang memang support freesync.


Disisi lain AMD dalam conferensi pers nya mengebrak dengan memperkenalkan kartu grafis AMD Radeon terbaru dengan 7nm yaitu AMD Radeon VII.

Kartu grafis ini diklaim untuk menandingi kemampuan dari seri RTX dari Nvidia. Selain itu AMD juga mengumumkan untuk ryzen processor generasi 3 dengan processor 7nm yang kemungkinan baru di launching setelah pertengahan 2019.



Dengan jadwal rilis yang berdekatan yaitu RTX 2060 pada 15 januari dan Radeon 7 pada 7 februari.
Terlihat masing-masing berupaya mengejar pasar yang berbeda.

Nvidia sepertinya berupaya mengambil pasar casual gaming yang belakangan mulai bersaing ketat dengan AMD. Sedangkan AMD berupaya menunjukan jati diri di pasar Gamer Enthusias dengan kartu grafis 7nm nya.

Sebagai konsumer tentunya kita merasa senang dengan hadirnya berbagai varian kartu grafis dengan persaingan harga yang ketat.

AMD pada 2018 kemarin telah bersaing ketat dengan intel untuk meraih posisi lebih baik di user gamer maupun content creator.

Dan sepertinya awal 2019 ini AMD mulai menabuh genderang perang dengan Nvidia dengan kartu grafis 7nm yang memiliki harga jauh lebih terjangkau.

Sayang kerjasama Intel dan Vega masih harus menunggu lama untuk hadir dan ikut dalam pertarungan kartu grafis terbaik di 2019 ini. (Ys)