What's HOT

Colorful GTX 1660ti - Murah Sih, Beli atau Jangan?

GTX 1660ti yang hadir dengan arsitektur Turing dirasakan hanya mengisi kekosongan antara seri GTX dan RTX. Namun melihat dari performa ...

Saturday, May 11, 2019

Colorful GTX 1660ti - Murah Sih, Beli atau Jangan?

GTX 1660ti yang hadir dengan arsitektur Turing dirasakan hanya mengisi kekosongan antara seri GTX dan RTX.

Namun melihat dari performa pengetestan kali ini GTX 1660ti ternyata layak banget untuk menemani build PC Gaming kalian dengan catatan tidak menimbulkan overbudget.

Colorful sebagai salah satu brand kartu grafis NVIDIA Geforce menghadirkan Colorful GTX 1660ti dan GTX 1660ti ultra dengan harga yang terjangkau.

Apakah kartu grafis ini mempunya performa yang layak untuk menangani game game saat ini di resolusi 1080p?



Varian yang kami review kali ini adalah Colorful GTX 1660Ti dual fan edition, kartu grafis ini terdiri dari dua varian yaitu yang 2 fan dan 3 fan.
Walaupun hanya dengan dua fan heatsink dari Colorful GTX 1660Ti ini ga main main,  kita bisa melihat adanya sebuah heat pipe yang cukup besar terhubung ke bagian heatsink.

Varian Colorful GTX 1660Ti dua fan ini dibandrol dengan harga 4,5jtan sedangkan versi 3 fan atau Colorful  GTX 1660Ti Ultra dibandrol dengan harga 4.7jtan

GTX 1660Ti hadir dengan Turing Arsitektur yang mempunyai Base Clock 1500 Mhz dengan boost mencapai 1770Mhz dan cuda core nya 1536, untuk VRAM nya sendiri sudah 6GB yang mempunyai memory clock 12Gbps.

Perbedaan antara seri GTX 1660Ti Ultra dan yang kami review saat ini sepertinya tidak adanya tombol one key OC yang sangat membantu bagi gamer untuk melakukan OC dengan mudah. GTX 1660Ti memerlukan pin 8 atau 6 +2. jadi pastikan dulu apakah power supply kalian sudah mempunyai pin power vga tersebut.
Untuk IO port disini Colorful GTX 1660 ti menggunakan port yang sama persis seperti gtx 1050ti kami, yaitu 1 port hdmi, 1 port display port dan 1 port DVI.

Untuk pengetestan ini kami menggunakan pc bench AMD yang kebetulan sedang ada di kami yang ditenagai ryzen 7 1800x, mobo ab350 gaming3 dan ram flare x 16GB.



Hasil benchmark menggunakan 3D Mark GTX 1660ti ini memiliki score yang cukup baik,
sedangkan untuk heavens bench juga bisa menghasilkan score yang baik dengan FPS diatas 70 untuk setting ultra 1080p dan untuk uniengine kita mendapatkan 25 fps untuk settingan extreme.


Pengetestan beberapa game seperti shadow of tomb raider, metro exodus dan battlefield V yang memang optimal untuk GPU Nvidia terlihat bisa mendapatkan FPS diatas 60 dengan mudah pada max setting.

Sedangkan untuk game kompetitif seperti PUBG, APEX Legend dan Rainbox six siege juga terpantau bisa mendapatkan FPS diatas 80 untuk average nya pada max setting, tentunya apabila kalian ingin lebih memiliki kompetisi yang ketat bisa menaikan FPS dengan menurunkan sedikit settingan seperti motion blur dan screen space reflection yang tidak begitu kalian butuhkan. Dan sesuai dengan apa yang diutarakan nvidia semakin baik kartu grafis kalian semakin besar peluang kalian untuk bermain lebih baik dan memenangkan kompetisi dalam game.

Dan untuk game yang dioptimalkan untuk AMD seperti Division 2, DMC 5 dan Assassin Creed Odyssey juga game ini tidak menunjukan tanda tanda kesulitan menanganinya.


Kami mencoba juga untuk test rendering namun sepertinya walau menggunakan gpu render CPU tetap berperan besar sehingga hasil yang didapatkan karena Ryzen 7 1800x memang sangat tangguh untuk render.

Kami memang tidak mencoba OC untuk Colorful GTX 1660 Ti ini namun pengetestan dengan FURMARK dengan default clock, Colorful GTX 1660ti ini masih bertahan dengan suhu maksimal 55C saja.

Kesimpulannya Colorfull GTX 1660ti ini memang memiliki harga yang cukup terjangkau dan performa yang cukup asik.

Bahkan dikombinasikan dengan PC utama kami yang masih menggunakan core I3, Colorful GTX 1660ti mendongkrak lebih dari 50% performa GTX 1050ti.

Athlon 220GE dan Athlon 240GE, Bagaimana performansinya untuk PC murah meriah?




Rilisnya jajaran processor Athlon yang menggunakan zen arsitektur memberikan para user pc low budget angin segar.

Athlon 200GE rilis di akhir 2018 kemarin dengan mudah menjadi processor pilihan para low budget pc user.

Begitu juga dengan jajaran processor Athlon Pro yang rilis pada jajaran notebook AMD juga dapat menjadi pilihan para pelajar ataupun profesional yang membutuhkan notebook untuk aktifitas sehari hari.

Athlon 220GE dan 240GE rilis hampir bersamaan beberapa bulan setelah Athlon 200GE yang pernah kami review sebelumnya pada video diatas.

Dengan mengedepankan jumlah core yang sama yaitu 2 core 4 threads perbedaan dari seluruh processor athlon ini adalah pada core clocknya. Tentunya beberapa user pc builder akhirnya berhasil mengakali untuk melakukan overclock processor athlon ini sehingga gamer bisa mendapatkan performa clock yang lebih tinggi.

Namun kali ini kami mau membahas performa default dari masing masing processor dengan asumsi user yang membeli membutuhkan processor ini untuk aktifitas biasa dan tidak menginginkan overclocking.

Untuk Spesifikasi Athlon 220GE disematkan clock sebesar 3.4 GHz yang memiliki TDP 35W. Disisi grafik sama seperti 200GE, Athlon 240 GE juga masih menggunakan VEGA 3 sebagai daya pacunya dengan clock freq 1000Mhz.

Sedangkan untuk Athlon 240GE memiliki clock 3.5 Ghz dengan yang sama. Processor ini juga ditenagai oleh VEGA 3.

untuk Athlon 220GE dibandrol dengan harga 900rban dan 240GE dengan harga 1jt saja.
dengan margin 100rb rupiah apakah 240GE memiliki price to performance yang lebih baik dibanding 220GE?

Kedua processor ini kami pasangkan dengan motherboard gigabyte B350M Gaming 3 dan RAM Flare X 2 x 8 GB. memang idealnya RAM 2x4 GB lebih masuk akal untuk low budget gaming. Namun saat ini kami hanya memiliki RAM ini dan sepertinya menjadikan single channel tidak rekomendasi untuk build amd ini.

Bagi kalian yang menggunakan mobo dengan BIOS dibawah 2018 harus melakukan update BIOS sampai BIOS terbaru terlebih dahulu agar bisa mendapatkan display dari processor Athlon ini.
Dan yang mendapatkan keterangan pada device manager bahwa VEGA 3 nya tidak memiliki resource yang cukup. Lakukan update windows sampai minimal crator update april 2018 lebih baik lagi sudah mencapai update global terbaru saat ini.




Secara garis besar benchmark menggunakan aplikasi benchmark standart terlihat Athlon 240GE hanya menang tipis dibawah 10% dibandingkan 220GE. Walaupun hal ini memang sesuai yang di prediksi dimana perbedaan 0,1 Ghz dari kedua processor ini tidak menimbulkan perbedaan besar.



sedangkan untuk gaming. perbedaan yang kami dapatkan tetap konsisten berkisar di 10% bahkan beberapa game yang bukan cpu bound mendapatkan FPS hampir sama.
Hanya saja Athlon 240GE tampak lebih sering mendapatkan FPS tertinggi dibandingkan Athlon 220GE.



Cukup mengejutkan game seperti DMC 5, Sekiro dan APEX Legend ternyata masih dapat dimainkan dengan framerate yang cukup stabil dan playable di kedua processor ini.

Kesimpulan dari kami dengan perbedaan berkisar 10% kebawah untuk athlon 240ge dan 220ge memang sesuai dengan perbedaan harganya.
Kalau kalian cukup ahli dalam melakukan overclock kami rasa Athlon 200GE pun bisa kalian tweak menyamai 240GE, namun apabila kalian adalah user yang simple 240GE masih menjadi pilihan yang layak untuk dibeli berkat framerate yang lebih stabil. (Ys)

Wednesday, April 10, 2019

AMD Ryzen PRO & AMD ATHLON PRO, Processor Keren buat Notebook 2019


Sejak munculnya processor Ryzen, teknologi notebook pun ikut berkembang pesat. Hadir dengan low power consumption namun memiliki kemampuan yang tangguh untuk aktifitas sehari-hari sampai gaming berat.

Mengikuti perkembangan teknologi akhirnya AMD mengeluarkan jajaran processor RYZEN mobile generasi ke 2 pada april 2019 ini.

Hadir dengan varian AMD Ryzen 7 PRO 3700U, AMD Ryzen 5 PRO 3500U, AMD Ryzen 3 PRO 3200U serta pendatang baru di jajaran processor mobile yaitu AMD Athlon PRO 300U memberikan angin segar bagi industri notebook baik bagi para produsen dan konsumen.


Untuk kalian penggemar gaming tentunya varian Ryzen 7 PRO 3700U dengan VEGA 10 sangatlah cocok. Dengan 4 cores 8 threads yang dibekali core clock 2.3 Ghz dengan boost mencapai 4.0 Ghz tentunya processor ini akan sanggup untuk disandingkan dengan game-game terbaru saat ini.

Sedangkan untuk kalian yang mengutamakan aktifitas sehari-hari dengan sedikit gaming, varian Ryzen 5 3500U dengan 4 cores 8 Threads yang dibekali core clock 2.1 Ghz yang bisa mencapai boost clock nya 3.7 Ghz tentu sangat lah cocok. Apalagi dengan VEGA 8 yang mendukung di sektor grafis.

Dan untuk kalian yang menginginkan performa yang tangguh dengan biaya yang terjangkau tentunya varian Ryzen 3 PRO 3300U dengan 4 cores 4 threads yang dibekali core clock 2.1 Ghz dan boostnya 3.5 Ghz sudah lebih dari cukup karena sudah dibekali VEGA 6.

Dan tidak lupa juga AMD Athlon PRO 300U yang hadir dengan 2 cores 4 threads dengan clock 2.5 Ghz dan boost 3,4 Ghz tampaknya akan menjadi favorit bagi yang membutuhkan notebook low budget dengan kemampuan yang diatas rata-rata berkat di pasangkan dengan VEGA 3.


Jajaran processor ini di claim memiliki kemampuan 20% lebih tinggi dari generasi RYZEN sebelumnya. Serta memiliki kemampuan untuk menghandle aktifitas kalian semakin baik.



HP dan Lenovo saat ini tengah mempersiapkan jajaran notebook nya yang akan menggunakan jajaran processor Ryzen mobile generasi kedua ini. Dan tentunya kami sudah tidak sabaran untuk mencoba secara langsung performa dari kemampuan processor ini.

Sebagai konsumen tentunya ini adalah kabar baik, terutama di era teknologi saat ini dimana notebook sudah menjadi kebutuhan yang cukup tinggi.  (Ys)

Friday, March 15, 2019

Keyboard Serba Bisa, CORSAIR K83 Wireless




Tidak diragukan lagi, era multimedia sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari hari saat ini. Gaming, Menonton Tv, Bahkan bermain ponsel sudah menjadi keseharian yang tidak dapat ditinggalkan.


Menanggapi hal tersebut, CORSAIR menghadirkan sebuah keyboard multifungsi yang dapat digunakan oleh berbagai tipe konsumen yang menginginkan kemudahan akses terhadap perangkat multimedia mereka tanpa perlu ribet.


CORSAIR K83 Wireless hadir sebagai keyboard wireless yang dapat menjadi pusat hiburan di lingkungan rumah.

Dengan desain yang compact dengan tata letak tombol yang menyatukan seluruh hiburan dalam jangkauan tentunya akan membuat kalian nyaman dalam menikmati perangkat multimedia kalian.


CORSAIR K83 Wireless dapat digunakan pada perangkat PC baik Windows ataupun Mac, Ponsel Android ataupun IOS bahkan SmartTv.

Keyboard ini memiliki tombol akses yang mempermudah akses fitur-fitur multimedia namun tetap tidak melupakan kebutuhan akan keyboard yang solid untuk gaming.

Desain tipis dari CORSAIR K83 Wireless ini menggunakan CORSAIR Ultra-low Profile Scissor yang mempunyai kenyamanan dan durability yang dapat diandalkan untuk mengetik lama.

Selain itu juga terdapat touchpad yang mempunyai presisi maksimal dan support sampai 4 sentuh bersamaan.


Dan untuk GAMER, Corsair memberikan thumbstick dedicated untuk menggantikan mouse untuk menggerakan kamera layaknya sebuat game controller. Serta terdapat 2 tombol punggung L dan R yang menggantikan tombol klik kiri dan kanan yang tentunya dapat digunakan untuk Game Shooter.


Kehadiran CORSAIR K83 Wireless tentunya merupakan impian para user yang menginginkan sebuah perangkat terpadu yang dapat digunakan untuk menikmati hiburan setelah bekerja seharian.

CORSAIR K83 Wireless akan hadir dibandrol dengan harga hanya Rp. 1.500.000,- saja. Tentunya masih terjangkau untuk kantong para penggemar peripheral dari CORSAIR. (Ys/Ilham)

Wednesday, February 6, 2019

APEX Legends, New Battle Royale Games yang bikin PUBG dan Fortnite Gigit Jari



Menggunakan base game Titanfall namun tanpa Titan, APEX Legends hadir dengan sistem Battle Royale nya yang mengagumkan.

Selain dikarenakan game ini gratis, para gamer yang mencoba memainkan game ini merasakan performa yang lebih baik dibandingkan PUBG dan Fortnite serta servernya lebih stabil dibandingkan Black Ops 4.

Mengusung engine yang sama dengan Titanfall, APEX Legends ini mempunyai grafik memukau dan tidak membutuhkan spesifikasi dewa untuk memainkannya.

Pengetestan kami menggunakan core I3 4170 dan GTX 1050Ti bisa mendapatkan solid performance di 60FPS pada resolusi 1080p. Memang terdapat penurunan FPS dibeberapa tempat yang padat dengan bangunan, namun penurunan FPS itu tidak membuat game ini terasa stuter.


Buat kalian yang ingin memainkan game ini, saat ini sudah bisa di download langsung dari ORIGIN dan bisa langsung dimainkan secara langsung. (Ys)

Friday, January 25, 2019

Enter RAGE :Lelang Lupa Harga RTX 2070 hanya 5 Juta!



Rabu, 23 Januari 2019 kemarin EnterKomputer sebagai salah satu distributor besar perangkat komputer dan laptop di Indonesia mengalami Amnesia.

Tapi ini bukan amnesia penyakit kok, EnterKomputer bersama NVIDIA mengadakan meet and greet untuk mengenal lebih dekat teknologi dari generasi kartu grafis Geforce RTX terbaru serta mengadakan lelang Kartu Grafis RTX 2070 dibandrol dengan harga 5 Juta saja.

Event yang dibawakan langsung oleh Manager EnterKomputer serta Fenny dari Gadget Empire ini bertujuan agar gamer dapat lebih mengenal fitur apa saja yang diberikan oleh Geforce RTX.

Event ini juga menghadirkan reviewer UlasanID dan Gamer Girl yang manis Claire Eli, yang membagikan pengalaman mereka menggunakan Geforce RTX.

Dimana mencoba performa Geforce RTX menurut mereka adalah pengalaman menyenangkan dalam bermain game.

Menurut NVIDIA kartu grafis Geforce RTX telah menciptakan era gaming baru dengan teknologi Ray Tracing yang di sematkan. Dimana Geforce RTX 2080Ti memiliki kemampuan render mencapai 10GBRays/Second.

Teknologi ini bisa berjalan dengan maksimal berkat adanya 3 core yang mempunyai fungsi masing masing.Core tersebut adalah Turing SM, RT Core, dan Tensor Core.

Turing Core sebenarnya adalah pengembangan dari CUDA Core yang terdapat pada kartu grafis Geforce sebelumnya. Namun RTX mendapatkan tambahan 2 core ekstra yaitu RT Core dan Tensor Core.

RT Core adalah fitur yang paling menonjol dari seri RTX karena bertugas merender Real Time Ray Tracing. Sedangkan Tensor Core memiliki kemampuan AI dan berfungsi mengoptimalkan perhitungan perhitungan yang dapat mempercepat rendering.


Masing masing core ini dapat bekerja sama berkat adanya teknologi Hybrid Rendering Pipeline. Dimana kartu grafis RTX dapat menentukan sendiri 2 core mana yang terbaik digunakan bersamaan untuk mendapatkan hasil maksimal.

Selain fitur Ray Tracing Geforce RTX juga menyediakan fitur DLSS atau Deep Learning Super Sampling. Sebuah fitur Anti Aliasing yang memperhalus sudut Object 3D dengan AI tanpa mengorbankan performa.


Fitur DLSS nantinya akan banyak disematkan kepada game yang sudah beredar saat ini, salah satunya Final Fantasy XV dan PUBG.

Sayangnya kami gagal mendapatkan RTX 2070 yang hanya dihargai oleh EnterKomputer 5 Juta rupiah saja.

Namun membeli kartu grafis NVIDIA Geforce RTX saat ini merupakan pilihan yang bijak untuk mendapatkan performa gaming yang maksimal. Terutama dengan hadirnya kartu grafis RTX 2060 yang cukup terjangkau. (Ys)

3 Jutaan dapat Notebook yang CANTIK, HP 14 Review



Ditengah gencarnya laptop bertenaga Ryzen yang muncul dipasaran, ternyata Laptop ini hadir dengan processor generasi stoney ridge dari AMD. Apakah Laptop ini masih layak dibeli di 2019?



HP 14 ini hadir dengan processor AMD dual core A4 9125 dan AMD Radeon R3 sebagai grafik nya. Ditengah era notebook bertenaga Ryzen banyak pandangan pesimis apakah notebook dengan processor generasi sebelumnya masih layak untuk dibeli.

Hanya dengan harga 3 jutaan, HP 14 sudah dibekali RAM DDR4 2666 1333Mhz 4GB dan SSD sata III 120GB dari Samsung. 

Dari segi desain, HP memang selelu memberikan kesan premium walaupun untuk notebook kategori murah meriah ini.

Disisi spesifikasi memang notebook ini jelas bukan notebook gaming dan editing. Namun notebook ini cukup untuk kegiatan sehari-hari terutama anak sekolah yang membutuhkan laptop.

Notebook HP 14 ini memang cocok buat kaula muda yang senang beraktifitas dan berkarya secara mobile, terutama dikarenakan Battery nya yang dapat bertahan 5 jam lebih saat penggunaan aktif. (Ys)

Tuesday, January 15, 2019

Notebook Desain Idaman, Lenovo Yoga 530


Lenovo Yoga 530 yang ditenagai Ryzen processor dan AMD Radeon Vega hadir dengan mengedepankan kemampuan tinggi serta portabilitas untuk pekerja seni yang mobile.



  • DESAIN

Dengan desain convertible, Lenovo Yoga 530 memiliki desain yang terlihat elegan namun tidak mengurangi unsur fungsionalitas dari sebuah notebook yang powerful.

Material yang digunakan juga cukup kokoh dengan menggunakan magnesium untuk bagian keyboard namun sayangnya back cover sepertinya menggunakan plastik.

Dibagian layar sudah menggunakan gorilla glass yang bertujuan melindung layar sentuh 14 inch IPS 1080p dari notebook ini.

untuk kecerahan layar maupun ketajaman warna memang tidak sebaik notebook convertible yang sebelumnya kami review, tapi masih cukup baik dan tidak disangka lebih nyaman untuk dilihat berlama-lama.

  • SPESIFIKASI
Spesifikasi Lenovo yoga 530 hadir di indonesia dengan varian Ryzen 5 2500U dan Ryzen 7 2700U, Dengan selisih harga tidak berbeda jauh varian Ryzen 7 2700 mungkin lebih worthed untuk didapatkan saat ini.

 Untuk notebook yang kami review saat ini menggunakan Ryzen 5 2500U dan vega 8,
sama seperti review processor ryzen 5 2500U sebelumnya, Demi menjaga suhu processor akan terlock dibawah 3 ghz saat full load. dan dapat mencapai 3.6 Ghz saat aktif single core.

Dan seperti biasa juga notebook tipis menghasilkan panas yang cukup tinggi dimana saat melakukan syntentic test dengan cinebench suhu processor bisa mencapai 80 C tapi tenang saja kalian bisa menurunkan suhu dengan merubah menjadi better performance atau menurunkan maksimum core clock nya di power management.

Walau begitu penggunaan Ryzen 5 2500U untuk aplikasi desain maupun gaming sudah cukup berlebih sehingga kemungkinan mencapai suhu maksimal kecil kemungkinan. Namun kalian akan dapat merasakan hangat dibagian atas keyboard sebelah kiri.

Berbicara soal suhu fan yang digunakan lenovo yoga 530 ini tidak terlalu berisik walau full load. pastikan juga lubang ventilasi dibagian belakan tidak tertutup agar performa dari notebook ini tetap maksimal.

Vega 8 juga merupakan VGA yang cukup tangguh untuk gaming casual. Memainkan beberapa game seperti CS-Go Dragon Ball fighter Z masih dapat dilakukan dengan mudah.

Sedangkan untuk PES 2019 juga masih bisa mendapatkan diatas 40 FPS untuk settingan low 720p dan game baru just cause 4 juga bisa mencapai diatas 20 FPS namun banyak grafik glitch kemungkinan dikarenakan driver yang tidak sesuai.

Sayangnya untuk optional upgrade sepertinya sulit dilakukan sendiri, selain kalian harus mempunyai obeng khusus yang walaupun tidak mahal tapi tetap butuh keahlian khusus untuk mengupgrade RAM dan SSD dari notebook ini.




  • FINAL VERDICT
Kembali ke dasar tujuan utama dalam membeli lenovo yoga 530 adalah performa dalam penggunaan desain baik 2D dan 3D. Untuk Lenovo yoga 530 juga menyediakan pen stylus yang ternyata menggunakan battery a2 didalamnya.

Secara fungsionalitas pen stylus ini kami rasakan lebih asik digunakan dikarenakan akurasi yang baik hampir menyerupai pen tablet kami. Dan Lenovo juga menyediakan slot untuk meletakan pulpen ini yang bisa di masukan ke port usb pada Lenovo Yoga 530 ini.

Dengan harga 11jutaan untuk varian ryzen 5 dan 13 jutaan untuk varian ryzen 7 kami rasa lenovo yoga 530 menjadi notebook yang bisa kami andalkan dalam desain 2D sehari hari kami. (Ys)

Monday, January 14, 2019

Ponsel dengan Layar Lipat pertama di dunia

Event CES 2019 selalu menampilkan sesuatu yang unik dan inovatif setiap tahunnya.
Salah satunya adalah ponsel dengan layar lipat pertama ini.

Ponsel dengan layar Amoled yang flexible ini merupakan ponsel comersial pertama dengan layar yang bisa ditekuk. Ponsel ini diberi nama Flex Pai yang merupakan produksi dari brand Royole.

Flexy Pai hadir dengan layar 7.8 inch dalam tablet mode dengan ratio 4:3 dan resolusi 1920x1440.
Pada saat dilipat Flex Pai mempunyai dimensi 16:9 (1920x1440) untuk layar utama dan 18:9 (729x1449) untuk layar kedua.

Kedua layar ini dapat digunakan secara bersamaan untuk berbagai aplikasi tanpa mengganggu aktifitas aplikasi lainnya. Agar dapat ditekuk layar ini tidak menggunakan kaca gorilla glass layaknya ponsel flagship lainnya. Melainkan plastik yang lentur sehingga dapat ditekuk di bagian tengahnya.

Untuk ketahanan layar nya sendiri memang di klaim bisa mencapai 200.000 kali tekukan. Namun berdasarkan informasi Linus pada channelnya, Ponsel yang dipamerkan dalam CES 2019 ini terlihat sudah terdapat ghosting di beberapa icon ponsel ini.




Ponsel ini akan di tenagai oleh processor Octacore Snapdragon 8 Series dengan clock 2.8 Ghz. Dan di sektor grafik menggunakan Adreno 640 dan RAM 8GB. Untuk internal storage sendiri mendapatkan kapasitas 128GB dan 256GB tergantung varian yang dipilih.

Ponsel ini juga sudah dilengkapi kamera dual kamera 16mp dan 20mp yang dapat digunakan baik sebagai kamera depan atau belakang berkat layar yang bisa ditekuk dari Flex Pai.

Dengan batere 3800 mAh, Flex Pai sudah cukup untuk memberikan tenaga ponsel ini seharian untuk kedua layar nya.

Dibandrol dengan harga $ 1588 atau sekitar 24 jutaan untuk varian 128GB, dengan banyaknya issu yang bisa ditimbulkan oleh penggunaan Flex Pai sebagai ponsel sehari hari menurut kami sepertinya ponsel ini masih belum cukup layak digunakan saat ini.(Ys)


Kursi Para Sultan, Predator Thronos

Untuk memanjakan para Gamer, ACER tidak pernah berhenti berinovasi. Salah satunya kursi gaming dengan teknologi memukau yang dipamerkan di CES 2019 kemarin.

Kursi Gaming All in One ini diberi nama Predator Thronos. Selain memberikan kenyamanan untuk bermain lama-lama, Kursi Gaming ini sudah dilengkapi full sistem PC dan Acessoris nya.

 
Predator Thronos ini memiliki spesifikasi PC yang juga dibilang tidak main main. Untuk memberikan tenaga 3 monitor Predator X217 U, Predator Thronos ditenagai CPU dari Predator Orion 500 dengan processor i7 9700K dan kartu grafis Nvidia GTX 1080 serta RAM 32GB.

Selain itu juga ada varian dengan CPU Predator Orion 900 dengan core i9 7900x dan kartu grafis RTX 2080 Ti dual SLI.


Predator Thronos ini memiliki cockpit yang bisa dirubah angle nya serta cup holder untuk mengoptimalkan kenyamanan dalam bermain.

Dengan dibandrol harga 200 juta untuk seri i7 dan 300 juta untuk seri i9, Fix kursi gaming ini hanya dapat dimiliki oleh Sultan. (Ys)

Saturday, January 12, 2019

CES 2019 Battle of NVIDIA vs AMD





Sejak tanggal 8 januari sampai 11 Januari 2019 kemarin di Las Vegas sedang diadakan event Consumer electronic show atau CES 2019.

Salah satu yang menarik adalah pertarungan sengit untuk teknologi dari AMD dan Nvidia dalam masing confrence pers nya.



Dalam conference press nya nvidia mempertunjukan RTX 2060 terbaru yang mempunyai performa diatas GTX 1070 dilengkapi fitur ray tracing dengan harga yang terjangkau.

Selain itu Nvidia Gsync juga mengadopsi fitur freesycn yang diperkenalkan oleh AMD, Sehingga saat ini kartu grafis Nvidia GTX 10 series sudah bisa menikmati fitur freesync melalui monitor2 yang memang support freesync.


Disisi lain AMD dalam conferensi pers nya mengebrak dengan memperkenalkan kartu grafis AMD Radeon terbaru dengan 7nm yaitu AMD Radeon VII.

Kartu grafis ini diklaim untuk menandingi kemampuan dari seri RTX dari Nvidia. Selain itu AMD juga mengumumkan untuk ryzen processor generasi 3 dengan processor 7nm yang kemungkinan baru di launching setelah pertengahan 2019.



Dengan jadwal rilis yang berdekatan yaitu RTX 2060 pada 15 januari dan Radeon 7 pada 7 februari.
Terlihat masing-masing berupaya mengejar pasar yang berbeda.

Nvidia sepertinya berupaya mengambil pasar casual gaming yang belakangan mulai bersaing ketat dengan AMD. Sedangkan AMD berupaya menunjukan jati diri di pasar Gamer Enthusias dengan kartu grafis 7nm nya.

Sebagai konsumer tentunya kita merasa senang dengan hadirnya berbagai varian kartu grafis dengan persaingan harga yang ketat.

AMD pada 2018 kemarin telah bersaing ketat dengan intel untuk meraih posisi lebih baik di user gamer maupun content creator.

Dan sepertinya awal 2019 ini AMD mulai menabuh genderang perang dengan Nvidia dengan kartu grafis 7nm yang memiliki harga jauh lebih terjangkau.

Sayang kerjasama Intel dan Vega masih harus menunggu lama untuk hadir dan ikut dalam pertarungan kartu grafis terbaik di 2019 ini. (Ys)